Terdapat ralat dalam alat ini

MASJID "ANGGAP SAHAJA SUDAH MAKAN"


ASSALAMUALAIKUM..ada la satu hari tu masa dok melayan facebook,aku dok terbaca artikel di bawah ini,aku rasa patut aku kongsi dengan korang,sumber aku perolehi dari facebook soleh mohamed...
  

JOM KITA BACA



Orang Miskin Yang Berjiwa BESAR....

Di bawah ini adalah kisah benar utk dikongsikan,
Bentuknya memang sederhana, namun jemaah datang dari
seluruh pelusuk kampung sebelum waktu solat masuk lagi.


Mungkin kita tak percaya jika tidak melihat faktanya. Seorang yang
tidak kaya, bahkan tergolong miskin, namun mampu membangun
sebuah Masjid
di Turki. Nama masjidnya pun paling aneh di dunia, yaitu “Shanke Yadem”
(Anggap Saja Sudah Makan). Pelik kan? Disebalik Masjid yang namanya
paling aneh tersebut ada cerita yang sangat menarik dan mengandung
pelajaran yang sangat berharga bagi kita.
Ceritanya begini :




Di sebuah kawasan Al-Fateh, di pinggir bandar Istanbul ada
seorang yang warak dan sangat sederhana, namanya Khairuddin Afandi.
Setiap kali ke pasar ia tidak membeli apa-apa. Jika berasa lapar dan
ingin makan atau membeli sesuatu, seperti buah, daging atau manisan, ia
berkata pada dirinya: Anggap saja sudah makan yang dalam bahasa Turkinya
“ Shanke Yadem” .

Kemudian, apa yang dia lakukan selepas itu? Wang yang seharusnya
digunakan untuk membeli keperluan makanannya itu dimasukkan ke dalan
kotak (tabung)… Begitulah yang dia lakukan setiap bulan dan sepanjang
tahun. Ia mampu menahan dirinya untuk tidak makan dan belanja kecuali
setakat menjaga keperluan hidupnya saja.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun
Khairuddin Afandi konsisten dengan amal dan niatnya yang kuat untuk
mewujudkan impiannya membangun sebuah masjid.
Akhirnya Khairuddin Afandi
mampu mengumpulkan dana untuk membangun sebuah masjid kecil di daerah
tempat tinggalnya. Bentuknyapun sangat sederhana, sebuah pagar persegi
empat, ditandai dengan dua menara di sebelah kiri dan kanannya,
sedangkan di sebelah arah kiblat ditengahnya dibuat seperti mihrab.
Macam Masjid Nabawi iaitu masjid pertama yang didirikan oleh Nabi
Muhammad SAW berhijrah ke Madina yang didirikan dari pohon kurma
sahaja..

























Akhirnya, Khairuddin berhasil mewujudkan cita-citanya yang amt mulia
itu dan masyarakat di sekitarnyapun kehairanan, bagaimana Khairuddin
yang miskin itu di dalam dirinya tertanam sebuah cita-cita mulia, iaitu
membangunkan sebuah masjid dan berhasil dia menjadikan ia realiti.
Mereka tidak menyangka bahwa Khairud ternyata orang yang sangat luar
biasa dan banyak orang yang kaya yang tidak boleh berbuat kebaikan
seperti Khairuddin Afandi.
Setelah masjid tersebut berdiri, Mereka bertanya bagaimana cerita
seorang yang miskin boleh membangun kan masjid. Setelah mereka mendengar
cerita yang sangat menakjubkan itu, merekapun sepakat memberi namanya
dengan: “Shanke yadem” (Angap Saja Saya Sudah Makan).
Subhanallah! Sekiranya orang-orang kaya dan memiliki rezeki lebih
dari kaum Muslimin di dunia ini berfikir seperti Khairuddin, berapa
banyak dana yang akan terkumpul untuk kaum fakir miskin? Berapa banyak
masjid, sekolah, hosital dan fasiliti hidup lainnya yang dapat
dibangunkan? Berapa banyak infra struktur yang dapat kita realisasikan,
tanpa harus meminjam ke lembaga dan Negara yang memusuhi Islam dan
umatnya?
Jemaah yang melimpah, tanda keberkatan dan amal soleh dari harta yang halal dan bersih.

Kalaulah kaum Muslimin sekarang ini memiliki konsep hidup sederhana
dan mementingkan kehidupan akhirat dan mengutamakan istana di syurga
berbanding rumahku syurgaku di dunia, seperti yang dimiliki Khairuddin
Afandi, pastilah umat ini mampu meninggalkan yang haram dan syubhat
dalam hidup mereka. Mereka pasti mampu mengalahkan syahwat duniawi yang
menipu itu.
Sebagai hasilnya, pastilah negeri-negeri Islam akan berlimpah
keberkatn yang Allah bukakan dari langit dari bumi. Kenyataannya adalah
sebaliknya.(Q.S. Al-A’raf / 7 : 96) Maka ambil pelajaranlah wahai
orang-orang yang menggunakan akal sehatnya!








Note : info from  Dari buku “Keajaiban Sejarah Ustmani”, oleh : Ust. Urkhan Mohamad Ali.